Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Komplek Griya Indah Serpong Gelar Aksi Kreatif dan Spektakuler, Ubah Jalan Jadi Galeri Visual Penuh Warna

BOGOR-JABAR, Mitrabratanews.com – Memeriahkan HUT RI ke-81, warga Komplek Griya Indah Serpong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menggelar aksi kreatif yang unik dan spektakuler. Melalui Lomba Mural Art dengan memanfaatkan media jalanan komplek, suasana lingkungan perumahan seketika disulap menjadi galeri seni visual yang penuh warna.

Pelaksanaan lomba Mural yang berlangsung secara estafet ini dilaksanakan “Semalam Suntuk” dimulai dari hari sabtu malam minggu (15/08/2026) mulai pukul 19.30 Wib hingga hari Minggu (16/08/2026) pagi pukul 04.30 Wib. Antusiasme warga komplek terbilang sangat tinggi. Ratusan warga tampak memadati area lomba untuk memberikan dukungan moril kepada para peserta yang berjuang melawan dinginnya malam demi menuntaskan karya mereka.

Ajang kreatif ini juga mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pemerintah setempat. Lurah Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, hadir langsung untuk melihat jalannya perlombaan. Beliau mengaku sangat kagum dan antusias melihat kerukunan serta semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Griya Indah Serpong.

Uji Kreativitas dengan Tema Hasil “Kocokan” Ini merupakan Format perlombaan yang dirancang cukup menantang oleh panitia. Setiap tim yang terdiri dari 3 orang ditantang untuk melukis di atas media jalan komplek berukuran 6,2 meter x 3,8 meter. Menariknya, mereka tidak bebas memilih gambar, melainkan wajib melukis sesuai dengan tema ilustrasi dan quotes nasionalisme yang didapatkan dari hasil kocokan panitia sebelum lomba dimulai.

Beberapa tema yang diundi oleh panitia mencerminkan kekayaan budaya dan lanscape Nusantara, diantaranya: Nuansa Sejarah dan Peradaban: Kejayaan Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapa di alun-alun Majapahit, kemajuan pembangunan infrastruktur di Titik Nol Nusantara Kaltim, hingga Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Pesona Alam & Pariwisata: Keindahan Lautan Labuan Bajo, pesona Titik Nol Dieng (Winter Island in Indonesia), Gunung Merapi yang subur, Waduk Darma Kuningan, serta eksotisme Biota Laut Indonesia Timur. Karakter Kota & Budaya: Bandung Kota Kembang, Jakarta Pusat Bisnis Indonesia, Yogyakarta sebagai Kota Pelajar/Kuliner, hingga kekayaan seni tradisional lewat visualisasi Tari Saman, Kecak, Jaipong, Piring, dan Reog Ponorogo yang kini mendunia.

Untuk mengeksekusi bidang jalan yang luas tersebut, panitia memfasilitasi para peserta dengan cat kiloan kualitas Grade A khusus tembok yang diracik menggunakan campuran air agar melekat sempurna di permukaan aspal atau semen jalanan.

Para peserta lomba Mural Art tidak hanya kaum pria tapi juga diikuti oleh kaum wanita, mereka juga antusias mengikuti lomba ini.

Lintas Generasi: Usia para peserta lomba mulai dari usia 10 hingga 67 Tahun, mereka Bahu-membahu menyelesaikan lomba, hal ini menjadi salah satu daya tarik utama dari Lomba Mural Art ini yaitu keberagaman usia para pesertanya yang mencerminkan hilangnya sekat antargenerasi.

Tercatat, peserta tertua yang ikut memegang kuas berusia sekitar 67 tahun, sedangkan peserta termuda adalah seorang anak berbakat yang masih berusia 10 tahun. Mereka saling berkolaborasi, bertukar ide, dan bahu-membahu menyelesaikan detail lukisan di bawah temaram lampu komplek.

Ketua Panitia Pelaksana, Ipda Nebil, yang sehari-hari berdinas di Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa ia bersama rekan-rekan panitia yang merupakan tetangga komplek sengaja merancang acara ini dengan visi yang mendalam.

“Visi kami mengadakan lomba ini adalah untuk menumbuhkan bakat kreativitas warga di bidang seni lukis agar mereka memiliki ruang berekspresi yang positif. Terlebih di momen agustusan ini, melalui goresan kuas bertema Nusantara, kami ingin selalu menanamkan jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air di hati warga, khususnya generasi muda,” ujar Ipda Nebil di sela-sela memantau lomba.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas peserta, panitia menyediakan hadiah menarik berupa uang tunai serta voucher belanja yang dapat ditukarkan di UMKM setempat. Penggunaan voucher belanja ini sengaja dipilih panitia sebagai langkah nyata untuk membantu menggerakkan dan menghidupkan roda perekonomian para pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar komplek.

Hingga menjelang subuh, jalanan Komplek Griya Indah Serpong kini telah berubah total menjadi pemandangan yang estetik, sarat akan pesan edukasi sejarah, dan siap menyambut kemeriahan Hari Kemerdekaan dengan wajah baru yang penuh semangat kekompakan warga. (Chan)

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!