Buntut Persoalan PKH Desa Sukoanyar Cerme, LSM Dan Ormas Unjuk Rasa ke Dinsos Gresik

GRESIK – JATIM, Mitrabratanews.com – Aksi massa dari Forum Pemuda Sukoanyar, FSPR dan KASBI yang tergabung dalam Komite Rakyat Gresik melakukan unjuk rasa di depan kantor dinas sosial kabupaten gresik, Selasa (9/11/2021).

Unjuk rasa dari Komite Rakyat gresik ini buntut dari kekacauan dan dugaan penyelewengan penyaluran dana PKH desa sukoanyar seperti yang diungkapkan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Para pengunjuk rasa ini meminta untuk audiensi dengan Dinas Sosial kabupaten gresik agar menanggapi lebih tegas lagi dugaan penyalahgunaan dana bansos PKH yang terjadi di Desa Sukoanyar Kecamatan Cerme, Gresik.

Perwakilan massa Komite Rakyat Gresik setelah melakukan orasinya diterima untuk audiensi oleh Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Mahfud Ahmadi untuk menyampaikan tuntutannya.

Kordinator Massa Syafik udin ketua Serikat Pekerja KASBI mewakili Komite Rakyat Gresik, menyampaikan tiga point yang menjadi tuntutannya.

“Pertama, kami meminta dinsos membuat surat edaran yang berisi nama-nama penerima dana Bansos PKH untuk di publikasikan di tiap desa di gresik untuk transparansi”, kata Syafik.

Desa Sukoanyar Cerme

“Kedua, Kami meminta Pemerintah Desa Sukoanyar untuk mempublikasikan data bayar yang sudah diterimakan dari Kemensos”, imbuh Syafik.

“Ketiga, kami meminta persoalan di desa sukoanyar untuk segera diadakan pertemuan untuk klarifikasi sebagai tindak lanjut pertemuan hari ini”, tegas Syafik.

Tuntutan tersebut dibuatkan notulen kemudian ditandatangani oleh Koordinator PKH Kabupaten Gresik, Diana Tri Ratnaningtyas, Forum Pemuda Sukoanyar, Ferry, serta beberapa pihak lainnya.

Aktifis Komunitas Rakyat Anti Korupsi (KORAK) DPC Gresik Arief Hamzah yang turut hadir dalam aksi massa di depan Dinsos Kabupaten Gresik ini menyatakan keprihatinannya atas ulah oknum-oknum yang mempermainkan dana Bansos PKH seperti di desa Sukoanyar cerme ini.

“Kami dari KORAK DPC GRESIK sudah dari beberapa waktu yang lalu akan terus dan selalu mengawasi adanya dugaan penyelewengan dana Bansos PKH terutama di Desa Sukoanyar Cerme”, ujar Hamzah.

“Semoga dengan aksi ini, menjadi awal upaya pengawasan terhadap penyelewengan-penyelewengan dana Bansos PKH di tiap desa di kabupaten gresik, kami berharap masyarakat turut melakukan pengawasan sehingga penyalahgunaan dana Bansos bisa dihindari”, Pungkas Hamzah.(ivn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!