PERKUAT KETAHANAN PANGAN KEPALA DESA KEBUN TELUK DALAM SANGKAPURA PULAU BAWEAN GAGAS PROGRAM TERNAK AYAM PETELUR

BAWEAN/GRESIK -JATIM, Mitrabratanews.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Desa Kebunteluk dalam, Kecamatan Sangkapura, pulau Bawean, kabupaten Gresik, menginisiasi program budidaya ayam petelur yang dibiayai melalui Anggaran Dana Desa (ADD).
Selasa, (28/4/2026).
Kepala Desa kebunteluk dalam, Bapak Salaman, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pangan bergizi, khususnya sumber protein hewani, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga didesanya.
“Kami melihat potensi yang besar dalam sektor peternakan. Melalui program ini, kami tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan pangan warga sendiri, tetapi juga ingin menciptakan unit usaha desa yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Bapak Salaman kepala desa, saat ditemui di lokasi kantor kecamatan sangkapura
Untuk merealisasikan program ini, kades Pemerintah Desa Kebunteluk dalam, kecamatan Sangkapura, mengalokasikan dana sebesar Rp. 130 juta dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan kandang modern, pengadaan bibit ayam petelur, serta kebutuhan pakan dan operasional awal.

Saat ini, kata Kades Salaman kandang yang dibangun memiliki kapasitas untuk menampung sekitar tiga ratus ekor ayam petelur jumlahnya, dan Pembangunan fasilitas dirancang dengan sistem yang higienis dan efisien agar mendukung produktivitas yang maksimal.” Ungkapnya
Hasil produksi telur dari program ini nantinya akan dimanfaatkan untuk dua tujuan utama, Pemenuhan Kebutuhan Pangan, Telur akan disalurkan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau, serta diprioritaskan untuk membantu kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita dalam upaya penanganan stunting.
Peningkatan Ekonomi, Sisanya akan dipasarkan untuk menghasilkan pendapatan bagi desa, yang nantinya dapat diputar kembali untuk pembangunan desa lainnya. Selain itu, program ini juga menyerap tenaga kerja lokal.
“Kami berharap program ini bisa menjadi contoh nyata bahwa Dana Desa dapat dimanfaatkan dengan sangat baik untuk kemandirian pangan dan kesejahteraan bersama. Insya Allah, dengan pengelolaan yang baik, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Bapak Salaman
Program ini dikelola secara profesional melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau kelompok tani/ternak yang telah dibentuk, dengan pendampingan teknis untuk memastikan keberhasilan budidaya.” Pungkasnya. (Rok)





