Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Kodim 1615/Lotim Bangun 5 Pompa Hydran

LOMBAK TIMUR – NTB, Mitrabratanews.com – Pada musim kemarau, dibeberapa wilayah di Kabupaten Lombok Timur mengalami kesulitan untuk memperoleh air bersih. Hal ini menjadi persoalan bagi masyarakat dan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kodim 1615/Lotim membangun lima unit pompa hydran yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Dari lima unit pompa hydran yang dibangun, tiga unit pompa hydram sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu di Dusun Lingkung Daye Desa Tetebatu Kecamatan Sukur, Dusun Gelogor dan Dusun Semertaksari Desa Lendangnangka Kecamatan Masbagik. Sedangkan dua unit pompa hydran lainnya masih dalam progress yakni di Dusun Aik Dewa Selatan Baru Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgasela dan Dusun Lingkung Tengah Desa Tetebatu Kecamatan Sikur.

Pengerjaan pompa Hydran untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga saat musim kemarau

Menurut Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Amin Muhammad Said, SH., usai memimpin Sertijab Danramil jajaran Kodim 1615/Lotim di Koramil 1615-06/Terara, air bersih merupakan kebutuhan pokok sebagai menunjang kelangsungan hidup. Untuk itu, sambungnya, saat ini Kodim 1615/Lotim sedang membangun lima unit pompa hydran di tempat yang berbeda dengan memanfaatkan sumber air yang ada.

“Jadi pompa hydran ini memanfaatkan air yang mengalir secara terus menerus dengan kemiringan 35°-45° dan minimal 20 liter per menit sehingga daya dorong air dari pompa ke bak penampungan tetap mengalir deras,” papar Amin.

“Alhamdulillah ini merupakan program Panglima (Pangdam IX/Udayana) untuk masyarakat Bali dan Nusa Tenggara termasuk didalamnya Lombok Timur,” ungkapnya.

 

 

Dibeberkannya, kesulitan air bersih selain karena dampak kemarau panjang juga karena penebangan hutan secara liar sehingga hutan tidak mampu menahan dan menampung debet air hujan.

Pembuatan tempat penampungan air atau tando untuk menyimpan air bersih dari pompa hydran

Jika hutan sudah tidak berfungsi sebagai penyangga air maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi yaitu berkurangnya sumber air atau tanah longsor dan banjir. Oleh karena itu ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga sumber air yang ada dengan menjaga kelestarian hutan dan alam sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat khususnya dalam pemenuhan air bersih. (Red/Chan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
error: Content is protected !!