Masyarakat Adat Bawean (MAB) Hadiri Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 di Gedung Grahadi Surabaya

GRESIK-JATIM, Mitrabratanews.com –
Sebuah kebanggaan bagi Masyarakat Adat Bawean (MAB) kembali mendapat kehormatan di undang secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk hadir dalam peringatan hari jadi provinsi Jawa Timur yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/10/2026). Acara berlangsung khidmat dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
Undangan yang ditujukan khusus kepada Masyarakat Adat Bawean (MAB) tersebut diwakili oleh 4 orang delegasi, diantaranya :
1. Prof. R. Sulaiman (Guru Besar UNESA) Embeh Pangolo
2. R. Ahmad Faisalul Haq
3. Ustadz Fajrul
4. Sutan Burhan
Kehadiran delegasi Bawean dengan busana adat khas menjadi perhatian tersendiri, menegaskan eksistensi Suku Bawean sebagai salah satu masyarakat adat yang diakui dan dihormati di Jawa Timur.
Menurut prof R. Sulaiman Ini merupakan undangan kedua, dari Gubernur Jawa Timur kepada Masyarakat Adat Bawean untuk acara resmi di Grahadi. Pada undangan pertama sebelumnya, Suku Bawean diwakili oleh dua tokoh adat, yakni Profesor Sulaiman (Embeh Pangolo) dan Raden Ali Mashar (Pangolo).
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Dua kali diundang Gubernur ke Grahadi adalah pengakuan besar bahwa Suku Bawean, meski berada di pulau terluar, tetap menjadi bagian penting dari Jawa Timur. Ini amanah untuk terus menjaga adat dan budaya Bawean,” ujar Prof. R. Sulaiman mewakili delegasi.
Momen ini diharapkan semakin memperkuat hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan masyarakat kepulauan, serta membuka ruang lebih besar bagi pelestarian budaya dan pembangunan Pulau Bawean ke depan. (Rok)





