ASN di Sangkapura Gresik Sempat Kecewa, Pembinaan dan Penyerahan SK Jabfung P3K Berjalan Dinamis

GRESIK-JATIM, Mitrabratanews.com – Korwil 5 Bawean bersama Kepala UPT SMP Negeri 7 Gresik, Kepala UPT SMP Negeri Satu Atap Sangkapura, serta Kepala UPT SD Negeri se-Kecamatan Sangkapura menggelar acara pembinaan bagi ASN dan tenaga pendidik di Aula KPRI Nusa Indah Sangkapura, Kamis (13/02/2025).
Acara ini turut dihadiri oleh Kabid Pengembangan Dinas Pendidikan Gresik, Nur Hamidah, yang juga menjadi pemateri utama.
Selain agenda pembinaan ASN, acara ini juga mencakup penyerahan Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional (Jabfung) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) serta penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kecamatan Sangkapura.
Namun, suasana sempat berubah ketika Nur Hamidah menyampaikan bahwa SK Jabfung yang dijadwalkan untuk dibagikan tidak dapat diserahkan saat itu. Pernyataan ini langsung disambut riuh dan sorakan kecewa dari para guru yang hadir.

Nur Hamidah menjelaskan bahwa terjadi miskomunikasi antara Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKAD) Kabupaten Gresik, sehingga SK tersebut harus diambil langsung oleh guru yang bersangkutan di kantor BKAD dan tidak boleh diwakilkan.
Di tengah acara, Nur Hamidah juga memberikan kesempatan kepada para guru yang telah mengabdi selama 20 tahun tetapi belum berstatus P3K untuk maju ke depan dan berbagi pengalaman.
“Dengan cara ini, kami ingin memberikan motivasi dan semangat kepada mereka agar tetap berjuang, serta memastikan bahwa tahun depan mereka masih memiliki kesempatan untuk mengikuti tes P3K kembali,” ujar Nur Hamidah.
Sebagai penutup, Nur Hamidah menegaskan pesan penting kepada para ASN dan guru P3K agar tidak memperlakukan GTT dan PTT sebagai tenaga kerja yang hanya diberi tugas tambahan di sekolah. Pihaknya menekankan pentingnya membangun lingkungan kerja yang adil dan saling menghargai di dunia pendidikan
“Acara ini menjadi refleksi bagi tenaga pendidik di Sangkapura, baik yang sudah berstatus ASN maupun yang masih berjuang mendapatkan pengakuan, untuk terus meningkatkan profesionalisme dan solidaritas dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (ROK)





