Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Perampas Aset Keluarga Nirina Zubir

JAKARTA, Mitrabratanews.com – Setelah viral aksi walk out Nirina Zubir dalam wawancara live di salah satu televisi nasional swasta terkait asetnya yang diduga digelapkan Seseorang yang dikenalnya, kini Polda Metro Jaya berhasil mengungkap motifnya.

Terungkap sosok mantan asisten rumah tangga (ART) ibu artis Nirina Zubir, Cut Indria Marzuki, yang diduga merampas aset tersebut bernama Riri Khasmita melakukan penipuan, penggelapan dengan membalik nama 6 buah sertifikat rumah dan tanah.

Motif yang dilakukan mantan ART tersebut demi mendapatkan keuntungan. “Motivasinya adalah mencari keuntungan, uang sudah pasti,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dalam Press Rilis di Polda Metro Jaya, Kamis (18/11/2021).

Dikatakan Tubagus, kepastian mencari keuntungan tersebut karena hasilnya diuangkan oleh tersangka dengan cara menggadai dan menjual 6 aset milik keluarga Nirina.

“Kenapa sudah pasti? Karena dari hasil itu kemudian diuangkan dengan dua cara yaitu dijual dan diagunkan atau dijadikan hak tanggungan di bank,” ucapnya.

Ketiga tersangka dihadirkan dalam press rilis itu yaitu Riri Khasmita selaku mantan asisten rumah tangga almarhum Ibu Nirina, Endrianto yang merupakan suami Riri, Faridah Notaris PPAT Tangerang yang sudah ditahan polisi.

Dalam aksinya Riri Khasmita dibantu oleh Notaris Faridah dari PPAT Tangerang jadi mafia tanah. Mereka telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Juga Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Yusri Yunus dalam press rilis,” Rupanya, sejak 2016 keluarga Nirina sempat mengaku bahwa sertifikat itu hilang. Namun, setelah dicek di Badan Pertanahan Nasional (BPN), kepemilikan sertifikat tanah itu telah berpindah milik alias balik nama”. katanya.

Nirina Zubir Konferensi Pers

“Dalam perjalanannya, aset properti milik Cut Indria Martini dengan namanya, menggunakan figur palsu. Dua aset yang berupa tanah kosong telah dijual oleh Riri Khasmita, sedangkan empat yang lainnya diagunkan ke bank dengan nilai total pinjaman hingga miliaran rupiah”, ungkap yusri yunus.

“Usut punya usut ternyata dalang dari kasus ini merupakan ART Nirina sendiri bernama Riri. Riri mengganti nama sertifikat aset Nirina kemudian menggadaikan serta menjual aset tersebut,” jelas Yusri.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka ini dijerat pasal berlapis. Ketiganya dijerat dalam Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 264 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Ivn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!