idulfitri2024

Lansia Asal Sidayu Gresik Korban Penipuan Mantan Bos Sang Anak, Mendapat Bantuan Dari Crisis Center Dhuafa Sidoarjo

GRESIK, Mitrabratanews.com – Lansia asal sidayu gresik korban penipuan mantan bos sang anak yang menjual sertifikat rumahnya ke orang lain kini agak bisa bernafas lega.

Pasalnya atas beredarnya pemberitaan di salah satu TV Swasta Nasional dan media online mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya yang sangat cepat merespon yaitu Yayasan Crisis Center Dhuafa (CCD) asal Sidoarjo.

Yayasan yang mengelola dana zakat, sedekah dan dana kemanusiaan berbasis di Masjid Baitul Mukminin sidoarjo ini menyumbangkan 25kg beras dan uang tunai untuk membantu meringankan beban hidup kedua Lansia ini yang memang kondisi ekonominya sangat memprihatinkan, Jumat (21/05/2021).

Ustad Ali Yasin manager pelaksana program CCD Baitul mukminin Gedangan Sidoarjo saat didampingi oleh ibu Efawani pengurus relawan pendampingan advokasi untuk Korban Lansia ini memberikan keterangan ” Kami prihatin atas kondisi bapak ripan (83) dan ibu munawaroh (57) kondisinya sehari-hari sangat Fakir dan Dhuafa tanpa ada masalah yang menimpa hari inipun sangat perlu dibantu oleh masyarakat dan pemerintah Setempat” ucapnya.

“Yang kedua adanya kasus dimana beliau tertipu, dimana sertifikat yang sekian tahun tidak dikembalikan, digadaikan hingga dibaliknama dan dijual ke orang lain, sehingga beliau ini terancam tergusur dari rumah yang sesungguhnya itu miliknya sendiri, ini menjadi keprihatinan bahwa orang fakir dan miskin seperti beliau terdzolimi, dan ini kewajiban kita bersama untuk membantu ” tambah ustad ali yasin.

Atas unsur pidana pada peristiwa ini rencananya kedua Lansia korban penipuan ini akan mengadukan masalahnya ke Polres gresik, menunggu kesehatan bapak ripan memungkinkan untuk pengaduan dan akan mengupayakan jalur perdata untuk mengembalikan sertifikatnya yang sudah berbalik nama orang lain. (Ivn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!