Kopi Sampah dan Kampung Kreasi Viral, Gus Yani Ajak Semua Elemen Masyarakat Peduli Lingkungan

GRESIK, Mitrabratanews.com – Kampung Kreasi dan KOSAM (Kopi Sampah) Ngopi bayar pakai sampah di Jalan Kramatlangon Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari Gus Yani saat launchingnya hari ini. Selasa (2/6)

Melalui kreativitas yang ditunjukan warga sehingga muncul dua ikon yang menawan di desa Sidokumpul. Bupati milenial ini saat melihat tanaman hidroponik di lahan-lahan depan rumah yang sempit namun terlihat asri dan hijau, sangat takjub dan bangga.

“Cerdas dan penuh inovasi warganya,” ungkap Bupati Gus Yani saat meninjau tanaman hidroponik warga hasil binaan Pertamina Lubricans dan DLH Gresik.

“Sehingga, kampung yang sempit dan hanya bisa dilewati sepeda motor itu saat ini terlihat hijau terlihat asri,” ungkap Bupati sambil menunjukkan sayuran yang habis dipanen dari budi daya hidroponik.

Gus Yani mengungkapkan, tidaklah mudah menjalian sinergi diantara instansi dan masyarakat. Dibutuhkan waktu yang panjang untuk terwujudnya harmonisasi antara pemerintah, karang taruna, dan perusahaan.

Kampung kreasi ini tidaklah instan, membutuhkan waktu dua tahun untuk seperti sekarang ini. Kreativitas warga yang tercermin dari tanaman – tanaman hidroponik hijau disetiap rumah juga didukung lukisan dan cat rumah warna warni.

Tanaman hidroponik yang potensial dikembangkan di lahan ini. Mulai tanaman sayuran dan buah-buahan seperti timun emas dan melon. Dia meminta Karang Taruna Kampung Kreasi mengembangkan inovasi ini di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik, sehingga hasil tanaman hidroponik bisa semakin banyak dan nantinya mendatangkan nilai ekonomis bagi warga sekitar.

“Untuk jenis tanaman beraneka macam. Ada kangkung, brokoli dan sawi. Tanaman terlihat segar. Sehingga menjadi kampung wisata yang instagramable. Juga ada buah melon dan timun mas yang sudah berbuah,” kata Gus Yani.

“Tanaman timun mas dan melon kita coba di OPD. Kalo panen bersama bisa satu truk lebih. Juga, tanaman hidroponik bisa dibuat di pendopo,” imbuh Gus Yani.

Kota Gresik sebagai kota industri sangat membutuhkan penghijauan, sehingga metode hidroponik ini seakan menjadi solusi kelestarian lingkungan di tengah polusi industri yang menjamur di kota ini.

Interaksi kepada warga lewat dialog interaktif dilakukan Gus Yani pada kesempatan ini. Pembahasan tentang polusi di tengah indutrialisasi di Kota Gresik yang menyebabkan cuaca panas dan polusi harus segera dipikirkan oleh semua pihak.

Gus yani saat meninjau tanaman Hidroponik

“Kita punya inovasi, teknologi berkembang. Di lahan sempit tetap bisa kita menanam. Bukan kaleng-kaleng lagi. Saya berharap tidak hanya di sini saja. Saya tidak malu untuk mencontoh inovasi baik,” tuturnya.

Dalam launching ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Wiwin Arodawanti, Pj. Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar, perwakilan Kodim 0817 Gresik, dan PT Pertamina Lubricans, serta Kepala DLH Gresik, Mokh Najikh.

Peran semua pihak dalam mendukung program pemerintah mengenai lingkungan hidup ini diharapkan menuntaskan persoalan polusi di tengah era industrial kota Gresik yang harus segera diatasi. (iwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button