Kepala Desa Kandangan Lolos dari Maut di Perlintasan Kereta Api Kecamatan Duduksampeyan Gresik 

GRESIK, Mitrabratanews.com – Jodoh dan maut memang hanya Tuhan yang tahu, ini yang terjadi kepada Kepala Desa Kandangan, Miftahul Huda menjadi korban kecelakaan di perlintasan kereta api tepatnya di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan pada saat akan berangkat kerja. Beruntung Miftahul masih lolos dari maut ketika berhasil mengendalikan mobil dengan langsung mundur sehingga hanya mengalami sedikit kerusakan.

Kejadian ini hanya mengakibatkan ringsek di bagian depan mobil Toyota Sienta warna putihnya akibat ditabrak kereta dari arah Lamongan. Peristiwa naas yang membuat dia shock tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 Wib itu.

“Saya berangkat lewat perlintasan Desa Sumari, saya dari selatan mau ke utara sampai di perlintasan noleh ke kiri atau barat terhalang instalasi pipa gas. Ada kotak piranti lampu perlintasan, saya noleh kiri tidak ada, saya noleh kanan juga tidak ada sampai di atas perlintasan keretan api dari lamongan double track. Saya langsung mundurkan mobil dengar suara ‘nguweeng’ alhamdulilah terselamatkan tidak ada korban nyawa, tidak ada korban luka-luka,” terangnya, Jumat (16/4)

Miftahul yang biasanya disapa Mif ini mengatakan, dia berangkat dari Desa Sumari karena ada acara keluarga dengan sahur bersama. Kemudian paginya berangkat ke kantor Desa Kandangan, saat dalam perjalanan, mobilnya ditabrak kereta api di bagian depan.

Peristiwa ini hendaknya menjadikan perhatian yang serius oleg Pt. KAI khususnya daops 8 Surabaya dan Dishub Gresik karena perlintasan harus terus mengecek sarana dan prasarana pendukungnya agar tidak membahayakan dan menimbulkan korban jiwa.

“Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi kepala KAI daops 8 Dishub gresik. Perlintasan Desa Sumari alarmnya mati satu tahun tidak ada pembenahan, lampu tanda bahaya sudah mati. Semoga benar-benar memperhatikan nyawa seseorang, nyawa warga.

Memang sudah dilaksanakan Desa Sumari tidak ada penjaga aktif, perbaikan alarm , seperti ada pembiaran.

Saya berharap sinergitas KAI Daop 8 demi kemaslahatan urusan nyawa masyarakat yang harus bisa diperhatikan,” terangnya.

Perlintasan kereta api desa Sumari ternyata sudah banyak memakan korban dikarenakan perawatan dari fasilitasnya yang kurang diperhatikan.

“Semoga menjadi perhatian penting, apalagi jalur kereta double track penjagaan 24 jam harus ada, peringatan dari alarm lampu rutin diperbaiki. Ini urusan nyawa. di perlintasan sering kali tidak ada perhatian penting masa nyawa orang seperti nyawa ayam,” tegasnya.

Mobil Miftahul mengalami keruskan di kap mobil yang penyok dan bemper mobil yang ringsek usai tertabrak kereta api dan langsung membawa kendaraanya itu ke sebuah bengkel.

“Permintaan saya keselamatan dan nyawa warga senantiasa terjamin dengan adanya petugas jaga di perlintasan bergantian selama 24 jam. Alarm dan lampu peringatan agar senantiasa dilakukan pengecekan berkala dari instansi terkait sehingga tidak ada lagi kata alat yang tak terurus karena menyangkut nyawa manusia,” pungkasnya. (iwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button