Heboh Pemakaman Ekstrem Terjang Banjir Warga Cerme Gresik.

GRESIK, Mitrabratanews.com – Gresik dihebohkan oleh beredarnya sebuah video viral yang menyebar di media sosial tentang pemakaman warga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang menerobos banjir di area pemakamam di Desa Dampaan, Kecamatan Cerme, itu dikepung air banjir. Jenazah pun tetap dikebumikan dengan genangan air banjir yang memenuhi kawasan itu.

Melihat ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Kondisi ini pun mempersulit proses pemakaman. Bahkan, liang lahat jenazah pun terendam. Akhirnya warga berinisiatif membuat tanggul kecil supaya air tidak bisa masuk ke liang lahat agar jenazah tetap bisa dimakamkan.

Menurut informasi yang kami dapatkan, bahwa warga yang dimakamkan itu bernama Tasmin (82) warga Desa Dampaan, Kecamatan Cerme yang meninggal dunia pada hari Senin (15/3) tengah malam.

Penyebab Tasmin meninggal karena sakit dan faktor usia. Pria parubaya itu meninggal sekitar jam 23.00 malam, sedangkan pemakaman sekitar jam 10.00 keesokan harinya, Selasa (16/3/2021).

Kondisi makam yang terendam banjir tidak menyurutkan niat warga untuk memakamkan jenazah. Camat Cerme Suyono mengatakan, pemakaman terpaksa dilakukan karena memang tidak ada lahan lagi.

“Tanggul kelilingnya memakai kayu yang melingkar di area yang akan digali. Setelah air sudah tidak bisa masuk, warga kemudian menggali kuburnya. Sekitar jam 10.00, jenazah sudah berhasil dikebumikan,” ungkap Suyono Camat Cerme, Selasa (16/3/2021).

“Karena dipenuhi air, warga yang menggali mensiasati membuat lubang dan mematokkan kayu melingkar agar air tidak masuk ke lubang yang digali,” tambah Suyono saat dikonfirmasi.

Lebih ekstrem lagi, warga harus membawa jenazah ke pemakaman melintasi jalur yang terendam banjir setinggi lutut orang dewasa bahkan lebih.

Data yang kami dapat dari BPBD Gresik, banjir melanda 31 desa di 5 kecamatan. Antara lain, Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Benjeng, Kedamean dan Cerme. Banjir tersebut diakibat oleh curah hujan yang tinggi.

Kepala BPBD Gresik, Tarso menuturkan ke awak media, bahwa banjir mulai bergeser ke Cerme. Banjir di Kecamatan Balongpanggang sudah berangsur surut. Sedangkan empat kecamatan lainnya masih terendam. Yakni, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, Kecamatan Kedamean dan Kecamatan Menganti.

“Jalan raya Morowudi tergenang dengan ketinggian 80 sentimeter sepanjang 800 meter. Sebanyak 750 rumah warga tergenang,” pungkasnya. (wok)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button