idulfitri2024

Gus Yani Buka Launching Pencanangan Imunisasi PVC Tahun 2021, Gresik Jadi Yang Perdana

GRESIK, Mitrabratanews.com – Infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, yang disebut juga pneumokokus, bisa terjadi pada siapa saja. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjalani imunisasi PCV.

Imunisasi PCV berisi vaksin pneumokokus yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi bakteri pneumokokus. Infeksi ini bisa berkembang menjadi kondisi yang serius dan berakibat fatal, seperti pneumonia, septikemia (sejenis keracunan darah), dan meningitis. Kemungkinan terburuk dari infeksi bakteri pneumokokus adalah kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

Tahun ini, Kabupaten Gresik dipilih sebagai tuan rumah pencanangan vaksinasi PCV, karena dinilai memiliki sasaran besar dengan kinerja dan capaian imunisasi rutin yang baik.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, mencanangkan introduksi imunisasi Pneumokokus Konyugasi atau PCV. Pencanangan tersebut dilaksanakan dengan konsep kombinasi virtual dan tatap muka bertempat di Pendopo Kabupaten Gresik, Selasa (22/06/2021).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta forkopimda, Perwakilan WHO Indonesia, Perwakilan UNICEF Indonesia, perwakilan CHAI (Clinton Health Access Initiative), perwakilan CDC Indonesia, dan perwakilan Inke Maris & Associates, Mitra Kerja BMGF (Bill and Melinda Gates Foundation) Indonesia hadir langsung dalam pencanangan tersebut.

Menteri Kesehatan saat memberi sambutan secara virtual mengatakan, imunisasi PCV telah ditetapkan sebagai imunisasi rutin yang diberikan di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap. “Kami menargetkan introduksi imunisasi PCV dilakukan secara bertahap dimana pada tahap awal dilaksanakan di daerah risiko tinggi dan tahun 2022 akan diperluas ke seluruh Indonesia. Imunisasi PCV diberikan kepada setiap anak sebanyak 3 dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan dan 12 bulan,” kata Menteri Kesehatan.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar, terjadi peningkatan prevalensi pneumonia pada balita dari 4,3 % pada tahun 2013 menjadi 5% ada tahun 2018. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 mencatat sejumlah 551 balita meninggal dunia disebabkan oleh pneumonia. Pada bayi, bahaya penyakit ini pun jauh lebih besar, yaitu dapat menyebabkan kematian dua kali lebih tinggi dibandingkan pada anak usia 1-4 tahun.

Bupati Gresik. Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Gresik sebagai tuan rumah pencanangam vaksin PCV.

Menurutnya ini merupakan hal yang luar biasa. Dirinya berkomitmen akan mengawal pelaksanaan vaksinasi PCV hingga sesuai dengan target yang dibutuhkan.

“Kami akan minta PKK dan organisasi lainnya untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat. PKK harus menjadi pelopor imunisasi PCV ini,” ujar Bupati millenial Gus Yani.

Dirinya menambahkan, perlu adanya inovasi agar program ini dapat diterima di masyarakat, terutama dalam pemberian vaksin tahap 3 di usia 12 bulan.

“Kita coba bikin inovasi untuk pemberian vaksinasi tahap 3 besok, agar masyarakat mau datang,” imbuhnya.

Masih menurut Gus Yani, imunisasi PCV adalah salah satu intervensi yang paling ampuh dan hemat biaya untuk mencegah Pneumonia pada anak-anak.

“Program ini akan berjalan sukses, apabila masyarakat mendukung penuh pelaksanaannya. Disatu sisi pemerintah juga akan fokus dalam mengawal pelaksanaan vaksinasi ini,” tegasnya.

Setelah pencanangan nasional secara resmi oleh Menteri Kesehatan, Plt. Direktur Jenderal P2P Kemenkes melakukan pemukulan bedug yang menandai dimulainya introduksi imunisasi PCV di Jawa Timur dan Jawa Barat pada tahun ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif secara virtual dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta Bupati dan Walikota dari 8 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dan 6 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang menjadi lokus pelaksanaan introduksi imunisasi PCV pada tahun 2021 untuk memastikan kesiapan introduksi di masing-masing daerah. Selesai berdialog, dilakukan peninjauan ke pos pelayanan imunisasi untuk menyaksikan proses pemberian imunisasi PCV sekaligus berdialog dengan orang tua sasaran.

Vaksin tersebut merupakan investasi masa depan bagi anak Indonesia. Dengan dibekali vaksin yang melindungi mereka dari penyakit menular, maka anak Indonesia bisa tumbuh sehat secara fisik dan mental. Dengan begitu anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan cerdas. (iwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!