Fakta Baru Kasus Siswi SD di Gresik yang Mengaku Buta Usai di Colok Kakak Kelasnya

GRESIK-JATIM, Mitrabratanews.com – Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom membeberkan sejumlah fakta baru hasil penyidikan kasus Viral siswi SD di Menganti Gresik yang mengaku mengalami kebutaan usai di colok matanya oleh kakak kelas.

Dalam press rilisnya, Kapolres AKBP Aditya Panji Anom bersama Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldino Prima Wirdhan didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yanid dan Forkopimda Gresik serta tim Dokter ahli mata Rumah Sakit Ibnu Sina Dr. Bambang Tuhariyanto, SpM.

Akbp Aditya Panji Anom menyampaikan, telah melakukan pemeriksaan Visum kepada korban SAH (8) di RS Ibnu Sina Gresik dan pemeriksaan MRI di RS PHC Surabaya.

Tidak hanya itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan psikologi korban di RS Sakit Bhayangkara Surabaya dan melakukan penyitaan terhadap barang bukti baik DVR CCTV, baju Korban dan rekam medik.

“Hasil uji lab forensik yang dilakukan oleh Biplabfor Polda Jatim, bahwa DVR tersebut tidak melakukan aktifitas elektronik atau merekam sejak tanggal 1 juni 2023 hingga 18 agustus 2023. hal ini dikuatkan dari data Log file dimana sejak tanggal 1 juni 2023 hingga 18 agustus 2023 tidak ada data yang terekam,” ungkap Kapolres Gresik, Kamis (21/9/2023).

Kapolres menuturkan, penjelasan dari ahli forensik menyatakan bahwa apabila rekaman cctv sengaja dihapus, data dalam log file tetap ada atau history rekaman tetap ada.

“Sejak tanggal 1 juni 2023 hingga 18 agustus 2023 tidak ada history atau aktifitas elektronik. Jadi kesimpulannya adalah CCTV yang terdapat dalam sekolah SDN 236 Gresik memang tidak aktif atau tidak menyala saat kejadian tanggal 7 agustus 2023,” tuturnya.

Kapolres AKBP Aditya Panji Anom bersama Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldino Prima Wirdhan didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

Kapolres Gresik juga mengungkapkan, hasil psikologi yang dilakukan kepada korban, respons korban SAH dinilai cukup konsisten meski dilakukan berulang di waktu yang berbeda, namun perlu adanya pemeriksaan lanjutan dan pendampingan dari tim psikologi.

Sementara itu tim Dokter ahli mata RS Ibnu Sina Dr. Bambang Tuhariyanto, SpM menjelaskan, berdasarkan hasil Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim nya tidak ditemukan pendarahan dan sobekan pada mata.

“Hasil Visum selaput lendir bola mata dalam batas normal, tidak ditemukan tanda kekerasan. Dari hasil rekam MRI ( RS PHC) antomi dan saraf yang bertanggung jawab pada penglihatan semuanya normal tidak ditemukan traumatik,” kata Dr. Bambang Tuhariyanto.

Dr Bambang juga mengatakan, memang ada penurunan penglihatan di sebelah mata, namun kondisinya masih bisa merespon gerakan.

“Kondisinya memang ada penurunan penglihatan, kami tidak menyimpulkan ini akibat kekerasan, bisa juga faktor-faktor lain,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldino Prima Wirdhan yang turut mendampingi dalam press rilis ini mengatakan, berdasarkan hasil sejumlah pemeriksaan, Satreskrim polres akan segera melakukan gelar perkara.

“Sementara dari baju yang kami sita tidak ditemukan bercak darah. Kemudian berdasarkan hasil yang sudah ada kami akan segera laksanakan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (Ivn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button