Buaya Kali Lamong Yang Tertangkap, Akan Diteliti Di Maharani Zoo

LAMONGAN, Mitrabratanews.com – Buaya yang sering menampakkan diri di Sungai Bengawan Solo, kini satu ekor berhasil ditangkap warga Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan dari Bengawan Solo. Saat ini buaya tersebut telah dievakuasi ke Maharani Zoo, Kecamatan Paciran Lamongan, Jumat (9/7).

Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Pemdes Parengan dan pihak Maharani Zoo mengevakuasi evakuasi buaya yang memiliki panjang 180 sentimeter dengan berat hampir 40 kilogram.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) X Gresik-Lamongan, Agus Ariyanto menuturkan bahwa pihak BKSDA dan Maharani Zoo akan melakukan pengkajian dan penilaian mengenai buaya muara tersebut jadi evakuasi buaya jenis muara ini hanya bersifat sementara.

“Kandang buaya di Maharani Zoo kapasitasnya hampir penuh, jadi pemindahan buaya kesini hanya bersifat sementara. Nanti setelah kami kaji akan kita kembalikan ke habitat aslinya di Bengawan Solo,” kata Agus.

Data yang kami terima dari BKSDA Jawa Timur menyebutkan bahwa fenomena munculnya buaya muara di Bengawan Solo ini sebenarnya bukan hal yang baru. Hal itu sudah ada sejak tahun 2018 di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro.

Tahun 2018 BKSD mendeteksi sekitar 6 ekor buaya di Desa Kalisari kemudian tahun 2019 BKSDA kembali mendeteksi kelompok buaya muara sebanyak 4 ekor di Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

Dan tahun 2021 kelompok buaya tersebut ditemukan di wilayah Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.

“Mereka ini tinggal berpindah-pindah. Kalau untuk kelompok buaya di Parengan ini kami prediksi ada sekitar empat ekor. Tapi bisa saja lebih,” ucapnya.

Ia menyebut, munculnya buaya muara di Parengan ini karena mereka menemukan tempat yang nyaman untuk berkembang biak.

“Kalau di dekat muara mungkin terlalu bising dengan lalu lintas perahu motor para nelayan. Karena itu mereka bergeser lebih ke dalam yang lebih tenang,” ujar Agus.

Ia juga mengungkapkan jika dilihat dari area penemuan buaya di Desa Parengan dengan di Desa Kalisari dan Desa Konang memiliki karakter yang hampir sama, yakni ada hamparan batu, tanah berpasir dan berkerikil serta semak-semak.

“Tempat seperti itu memang sangat disukai buaya. Selain cocok untuk bertelur dan menetaskan anak-anaknya, mereka juga memiliki tempat ideal untuk berjemur,” terang dia.

Namun karena daerah tersebut dekat dengan pemukiman warga Parengan maka saat buaya itu berjemur ditangkap warga pada Kamis (8/7) kemarin.

“Dan satu lagi alasan buaya tinggal di satu kawasan tertentu adalah mereka mudah mendapatkan makanan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup,” pungkasnya.

Perlu kewaspadaan dari masyarakat terhadap kemunculan buaya-buaya muara tersebut, karena hewan Reptil ini sangatlah berbahaya dan bisa mengancam jiwa masyarakat sekitar. (iwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button