BAGAIMANA SAAT TANAH KITA DIKUASAI / DISEROBOT ORANG LAIN TANPA IJIN?

Oleh: A. Fajar Yulianto, S.H., M.H., CTL.
Direktur YLBH Fajar Trilaksana.
Pengasuh Rubrik Kupas Hukum Mitrabrata News

Mitrabratanews.com – Sering kita dengar dan ketahui tidak sedikit karena sesuatu hal sebab terjadi penguasaan sebuah lahan / tanah dengan tanpa ijin pemiliknya oleh orang lain padahal sudah bersertipikat, sedangkan pemilik resmi sebagai yang punya Sertipikat sudah berupaya untuk meminta dengan baik-baik namun tidak diindahkan dengan alasan bahwa lahan / tanah yang dikuasainya adalah harta waris dari leluhurnya atau alasan lain yang sebetulnya tidak mampu menunjukkan alas haknya yang sah.

Jika hal tersebut menimpa pada kita, padahal memang kita sudah memiliki Sertipikat, maka ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk merebut hak kita.

Pertama, Pastikan perolehan Sertipikat kita adalah sah sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku karena nilai Sertipikat berdasarkan pasal 32 Perturan Pemerintah nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran Tanah pada pokok intinya Sertipikat merupakan dokumen sebagai alat bukti yang kuat mengenai data serta nilai yuridis yang terkandung didalamnya yang didapat dengan itikad baik, dan sejak Sertipikat itu diterbitkan jika 5 tahun kemudian tidak ada keberatan secara tertulis atas pemilikan Tanah tersebut maka Sertipikat itu sah menjadi bukti kepemilikan sempurna.

Kedua, dalam upaya merebut kembali hak kita maka lakukan pelaporan kepada pihak BPN, sampaikan telah terjadi penguasaan tanah tanpa ijin dimana tepat pada obyek yang kita miliki, dan nantinya pihak BPN akan turunkan Tim investigasi dari Bidang Penanganan sengketa / konflik pertanahan sekaligus mintakan untuk pengembalian batas-batas sesuai Sertipikat yang kita miliki.
hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh Perpres nomor 10 tahun 2006, tentang BPN / Keputusan Kepala BPN nomor 34 tahun 2007 Tentang Petunjuk Teknis Penanganan Penyelesaian Masalah Pertanahan.

Ketiga, dapat pula lakukan pelaporan kepada pihak berwajib (Kepolisian), karena penguasaan terhadap benda tidak bergerak tanpa ijin yang mempunyai hak maka hal ini merupakan bentuk kejahatan Stellionnaat (Penggelapan milik orang lain) sebagaimana diatur dalam pasal 385 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Pelaporan dilakukan semata-semata selain upaya untuk efek jera juga dapat sebagai bargaining untuk penyelesaian secara damai dengan menyerahkan hak kita secara sukarela dalam waktu yang tidak terlalu lama.

A. Fajar Yulianto, SH., MH., CTL.,

Keempat, dapat melakukan / mengajukan Gugatan ke Pengadilan Negeri di wilayah hukum dimana domisili Tergugat berada / Actor Sequitur Forum rei ( Pasal 118 HIR /Pasal 142 RBg ) atau boleh memilih dengan wilayah hukum dimana tempat benda tidak bergerak yang menjadi obyek sengketa berada (Forum Rei Sitae). Gugatan ini dengan format Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terkait Penguasaan /penyerobotan tanah tanpa hak sebagaimana ketentuan pasal 1365 KUHPerdata.

Dan perlu diketahui apabila dalam waktu yang bersamaan telah lebih dulu kita lakukan Pelaporan kepada pihak berwajib (Kepolisian) terhadap penyerobotan tanah tersebut dan kemudian kita juga melakukan / mengajukan Gugatan berupa Gugatan Perbuatan Melawan hukum tersebut di Pengadilan Negeri maka ada konsekwensi terhadap Pelaporan tersebut dapat di tangguhkan pemeriksaannya sampai adanya putusan hak keperdataanya tersebut jelas dan terang serta dinyatakan sah secara hukum oleh pemeriksa perkara Perdata. Berdasarkan yang diisyaratkan oleh Peraturan Mahkamah Agung RI nomor 1 tahun 1956.

Related Articles

2 Comments

    1. Saya kehilangan sertifikat lama thun 1981 ,tempat kehilangan di balai desa ,saya tanyakan pada perangkat desa katanya ngak ada ,lain hari ada orang lain yang mengaku sudah pernah membeli sebidang tanah dan bukti buktinya dia mempunyai bukti foto copy sertifikat tanah saya yang hilang dibalai desa tahun 1981? Mohon perlindungan pada pihak yang berwenang bagaimana supaya tanah saya aman dari penyerobotan orang yang tidak berhak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!