Asapnya Bikin Warga Mual, PT Thai Union Diadukan Warga Pandanpancur Ke Bupati Lamongan

LAMONGAN-JATIM, Mitrabratanews.com
Bau tak sedap yang diduga keluar dari cerobong pabrik produsen pakan udang PT Thai Union Kharisma Lestari membuat warga Desa Pandanpancur, Deket, Lamongan geram.

Pasalnya, Akibat aktifitas pabrik pakan udang yang berada di jalan Gresik-Lamongan KM 39 ini, menimbulkan bau menyengat yang membuat polusi udara terutama warga area Ring 1 (satu) merasakan mual dan pusing.

Seperti yang dituturkan MN salah satu pedagang nasi yang menjajakan dagangannya di sekitar pabrik pakan udang ini, dirinya juga merasakan dampak dari polusi udara yang ditimbulkan pabrik Thai Union.

“Saat pabrik beroperasi (produksi) sekitar siang sampai sore, biasanya baunya itu sampai kesini. Dan itu terasa bikin perut mual dan kepala pusing,” tuturnya, Senin (11/4/2022).

Sebelumnya, Warga Dusun Nginjen RT 05 Desa Pandanpancur, Deket, Lamongan, sudah mengadukan pabrik pakan udang Thai Union ke bupati lamongan Yuhronur Efendi.

Berdasarkan informasi yang didapat, Pada 31 Maret 2022 lalu, warga sudah berkirim surat pengaduan masyarakat ke Bupati Lamongan Yuhronur Efendi atau yang biasa di sapa Pak Yes.

Tak hanya itu, surat pengaduan tersebut juga dikirim tembusan kepada Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Lamongan.

Surat pengaduan Warga RT 05 Dusun Nginjen Desa Pandanpancur, yang ditandatangani oleh 5 (lima) orang perwakilan warga itu berisi tentang 10 pengaduan dan pengajuan, diantaranya :

1. Memindahkan cerobong asap yang menimbulkan bau tak sedap tersebut ke sudut tanah milik pabrik.

2. Meminta kompensasi 500 ribu rupiah per KK kepada PT Thai Union Kharisma Lestari akibat bau tak sedap yang mengakibatkan mual dan pusing.

3. Akan melaporkan kepada pihak kepolisian kalau sampai akhir Mei 2022, pihak PT Thai Union Kharisma Lestari, belum melaksanakan janjinya untuk membangun sekolahan di desanya.

4. menuntut ganti rugi 250 juta untuk 4 orang pemilik tambak yang terdampak, karena ditutupnya irigasi/jalan air oleh perusahaan tersebut, sehingga tambaknya dalam 3 tahun ini tidak membuahkan hasil.

5. Akan melaporkan kepada Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur beserta komisi B DPRD Jawa Timur apabila PT Thai Union Kharisma Lestari apabila tidak memperbaiki semua izin dengan persetujuan warga Dusun Nginjen, terutama warga di Ring Satu perusahaan.

Namun, meskipun sudah satu pekan lebih surat pengaduan masyarakat tersebut telah terkirim, sepertinya hingga kini masih belum ada solusi yang nyata dari pemangku kebijakan kabupaten Lamongan atas permasalahan ini. Bersambung… (Ivn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
error: Content is protected !!